Mau Studi Ke Rusia? Ketahui Dulu 7 Hal ini

Lomonosov Moscow State University
Lomonosov Moscow State University, Best University in Rusia according to Webomatrics. Image by Flickr.

Melalui Surat Rahasia bernomor R-00205/MOSCOW/130725 yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Keuangan, Dirjen Dikti dan beberapa pihak terkait lainnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow menyampaikan beberapa hal terkait beasiswa yang diberikan kepada Mahasiswa Indonesia yang menempuh studinya di beberapa Universitas di Rusia.

KBRI Moskow menyampaikan tujuh hal penting yang meliputi besarnya partisipasi mahasiswa Indonesia untuk kuliah di negeri Beruang Merah, jurusan-jurusan yang paling diminati mahasiswa Indonesia di Universitas-Universitas Rusia, kurangnya dukungan finansial dari pemerintah Indonesia yang berbanding terbalik dengan tingginya biaya hidup di Rusia yang mencapai USD 300/bulan, serta beberapa saran yang harus dilakukan oleh pemerintah RI demi kelangsungan hidup putra-putri terbaiknya yang sedang menempuh studi di negeri orang.

Berikut 7 hal penting yang disampaikan KBRI Moskow seperti yang kami sadur dari Web Dikti.

  1. Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki tradisi ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi. Tidak sedikit ilmuwan ternama dunia yang dilahirkan melalui pendidikan di Rusia. Dengan berkualitasnya pendidikan di Rusia, tidak sedikit mahasiswa asing yang studi di negara ini, termasuk dari Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir ini, minat warga negara Indonesia untuk studl di Rusla terus meningkat. Pemerintah Rusia pun mulai tahun 2011 memberikan 45 beasiswa kepada Indonesia, meningkat dari 35 beasiswa di tahun-tahun sebelumnya . Pada saat ini tercatat 132 mahasiswa Indonesia studi di berbagai perguruan tinggi dan berbagai  kota  di  Rusia.  Hampir  semua mahasiswa tersebut merupakan penerima program beasiswa pemerintah Rusia.
  2. Untuk tahun ajaran 2013/2014 Pemerintah Rusia hanya menawarkan 20 beasiswa kepada calon-calon mahasiswa Indonesia. Selain itu, Pemerintah Rusia memberikan kesempatan kepada calon-calon mahasiswa asing untuk mendapatkan beasiswa secara langsung dari berbagai universitas yang ada di Rusia. Beasiswa pemerintah  Rusia bukan beasiswa penuh dimana pemerintah Rusia hanya menanggung biaya studi dan tempat  tinggal  (asrama). Tingginya  biaya  hidup di  Rusia  menjadi  kendala  finansial mahasiswa asing termasuk Indonesia. Meskipun tawaran beasiswa ini masih sangat terbatas, namun minat calon-calon mahasiswa dari Indonesia masih sangat besar yang terlihat dari banyaknya calon-calon mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ini.
  3. Jurusan-jurusan atau spesialisasi yang banyak dipilih mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di Rusia antara lain, Kedokteran, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Rusia, Hubungan lnternasional, Teknik Radio, Jurnalistik, Minyak dan Gas, Matematika dan Komputer, Mekanik, Hydrometeorology, llmu-ilmu Politik, Ekologi dan Manajemen Sumber Daya Alam , Metalurgi, Biologi, dan Fisika.
  4. Jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia saat ini masih terlalu kecil dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia (lebih dari 3000 orang), Vietnam (sekitar 5300 orang), dan bahkan Myanmar (sekitar 2800 orang). Sebagian besar dari mahasiswa yang berasal dari ke 3 negara tersebut mendapatkan bantuan pembiayaan/beasiswa dari permerintah mereka. Masih sedikitnya jumlah  mahasiswa Indonesia di Rusia ini antara lain  disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kecilnya uang saku yang diberikan Pemerintah Rusia (USD 30-50/bulan) dan informasi yang minim tentang Rusia dan studi di Rusia.
  5. Dengan minimnya bantuan uang saku yang diberikan oleh Pemerintah Rusia (USD 30- 50/bulan). sebagian besar mahasiswa penerima beasiswa di Rusia mengalami kesulitan keuangan dan hanya mengandalkan bantuan dari orang tua . Tidak seperti mahasiswa di negara-negara lainnya yang dimungkinkan untuk bekerja paruh waktu, Pemerintah Rusia tidak memperbolehkan penerima beasiswa untuk bekerja paruh waktu guna mendapatkan tambahan uang saku.
  6. Mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pemerintah Rusia pada umumnya memiliki kemampuan akademik yang balk dan dikenal sangat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di kampus masing-masing. Dibandingkan dengan mahasiswa dari negara ASEAN lain, mahasiswa lndonesia juga hampir tidak mengalami kendala berarti dalam mempelajari bahasa Rusia yang menjadi bahasa pengantar selama masa Kuliah. Beberapa mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan di Rusia baik S1. S2 maupun S3 juga lulus dengan predikat cum laude.
  7. Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas dan guna lebih meningkatkan minat WNI untuk studi di Rusia, KBRI Moskow kembali mengusulkan agar Pemerintah RI dapat memberikan beasiswa   kepada   mahasiswa   Indonesia   yang   sedang   dan   akan melanjutkan pendidikan tinggi di Rusia melalui skema berikut:

a. Penambahan uang saku bagi mahasiswa yang sudah menerlma beasiswa V Pemerlntah Rusla

Selama ini mahasiswa Indonesia yang studi di Rusia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Rusia hanya berupa pembebasan biaya kuliah dan sewa asrama ditambah uang saku USD 30-50/bulan.

Uang saku tersebut tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan biaya hidup minimal rata-rata USD 300/bulan, belum termasuk biaya tambahan lainnya, seperti asuransi kesehatan dan kebutuhan saat memasuki musim dingin.

Permasalahan ini sudah beberapa kali kami sampaikan ke Jakarta termasuk usulan untuk penambahan uang saku bagi mahasiswa yang sudah menerima

beasiswa dari Pemerintah Rusia namun sampai saat ini belum ada tanggapan positif dari pihak terkait di Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami kembali mengusulkan agar Pemerintah Indonesia dapat memberikan penambahan uang saku sebesar USD 300/bulan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Rusia.

b. Beasiswa Penuh Pemerintah RI bagi WNI yang akan studi di Rusia

Perkembangan tatanan global yang ada dan terus berkembangnya hubungan lndonesia-Rusia memerlukan putra-putri terbaik bangsa Indonesia lulusan Rusia. lnilah saat yang tepat bagi Pemerintah Indonesia untuk memulai pemberian beasiswa penuh bagi WNI yang berminat untuk studi di Rusia.

Selain ilmu pengetahuan, manfaat lain yang bisa didapatkan penerima beasiswa Pemerintah RI ini selama belajar di Rusia adalah penguasaan Bahasa Rusia sebagai salah bahasa resmi PBB dan digunakan oleh lebih dari 275 juta penutur. Bahasa Rusia yang termasuk rumpun Bahasa Slavia juga memiliki kesamaan dengan negara-negra Eropa Tangah dan Timur lainnya. Lulusan-lulusan Rusia ini diharapkan dapat menjadi pionir yang akan menjembatani hubungan Indonesia – Rusia dan hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya.

Besarnya biaya kuliah rata-rata pertahun bagl mahasiswa asing di Rusia (di luar harga tiket pesawat pergi-pulang) adalah USD 15.000 (llma belas ribu dolar Amerikat per tahun dengan rincian:

1. Biaya kuliah rata-rata USD 10.000/tahun.

2. Biaya hidup minimal rata-rata USD 4.000/tahun

3. Biaya sewa asrama rata-rata USD 800/tahun

4. Biaya asuransi kesehatan rata-rata USD 200/tahun

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s