Hasil Forkesma 18 April 2013

Forum Kesejahteraaan Mahasiswa (Forkesma) adalah wadah diskusi antar Departemen Kesejahteraan Mahasiswa Se-Undip, baik departemen yang di HM maupun di BEM Fakultas dengan Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM.  Forkesma kali ini dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Acara yang diikuti oleh delegasi dari berbagai Fakultas dan Jurusan ini berlangsung sangat seru dan menarik untuk ditindak lanjuti. Tercatat selama dua jam berlangsung, ada banyak pertanyaan yang bergulir dari masing-masing delegasi. Dari pertanyaan yang dilontarkan itu mendapat respons yang beragam pula dari sahabat Kesma Fakultas maupun yang direspons langsung oleh Kesma BEM KM Sendiri. Berikut ini kami sarikan hasil Forum Kesejahteraan Mahasiswa tertanggal 18 April 2013.

Tanya: Advokasi di Psikologi dihandle langsung oleh Bagian Kemahasiswaan, Kesma BEM Fakultas tidak bisa andil, apa saran dari Kesma BEM KM supaya kami bisa ambil bagian?

Respon: Jalinlah komunikasi yang baik dengan pihak kemahasiswaan. Coba lakukan visitasi ke Kemahasiswaan, mungkin kunjungannya bisa dijadwalkan, seminggu atau sebulan berapa kali, tanyakan tentang perkembangan beasiswa, beasiswa apa saja yang baru dibuka, atau tanyakan informasi apa saja yang terbaru, sharing-sharing. Sebenarnya untuk membangun komunikasi yang baik dengan Kemahasiswaan itu dimulai dari inisiatif Kesma BEM Fakultas sendiri.

Tanya: Mengapa beasiswa untuk DIII lebih sedikit daripada S1?

Respon: Untuk Mahasiswa DIII yang ingin mendapatkan beasiswa, mari kita sama-sama berusaha mencari info beasiswa sendiri. Mahasiswa DIII harus aktif, jangan mengandalkan Kemahasiswaan. Beasiswa untuk S1 memang lebih banyak ketimbang DIII. Karena memang proporsi jurusan S1 lebih banyak dibanding DIII. Sebenarnya Beasiswa Bidik Misi untuk DIII ada, tapi menurut Kesma Rektorat, yang mendaftar dari DIII sedikit sekali, bisa dihitung jari.

Tanya: Bagaimana alur Jarkom Kesma?

Respon: Apabila ada info yang perlu disebarkan, maka Kesma BEM KM akan mendistribusikannya melalui berbagai media yang ada, seperti melalui media online (website, blog, twitter, facebook, google+, LinkedIn, dsb). Selain itu, Kesma BEM KM juga menyebarkannya melalui SMS. Adapun alurnya sebagai berikut: Menteri Kesma KM mendapatkan informasi (dari berbagai pihak, misal Presiden BEM KM, BAK Undip, Email, Kesma Universitas, atau dari personil Kesma yang telah visitasi Rektorat dan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya) lalu Menteri mengirimkan informasi ke Divisi Networking Kesma KM. Dari Divisi Networking ini lalu ditindak lanjuti untuk disebarkan ke teman-teman Fakultas, SMS dikirim ke masing-masing  Ketua Departemen Kesejahteraan Mahasiswa/Sosial atau departemen yang menangani bidang Kemahasiswaan. Dari sini lalu Kadept mengirimkan informasi tadi sebagai bentuk tindak lanjut ke Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, atau langsung dikirim ke Kadept Kesma/sosial HMJ. Dari HMJ dikirim ke masing-masing Komting. Dan Komting menyebarkan ke teman-teman lainnya. Apabila dari semua komponen tadi (BEM Fakultas/HMJ/Komting) dapat bekerja sama dengan baik dan tidak bermasalah, maka informasi dari Kesma BEM KM bisa tersampaikan ke semua mahasiswa. Jadi hak setiap mahasiswa bisa terpenuhi. Selain itu, Kesma BEMKM juga mengirimkan informasi langsung ke Sahabat Kesma.

Tanya: Kapan Pengumuman Beasiswa PPA?

Respon: Baru-baru ini Kesma BEM KM visitasi ke rektorat, ternyata ada satu calon penerima beasiswa PPA/BBM dari salah satu fakultas yang sudah mau lulus. Jadi harus diganti dengan Mahasiwa lain yang memenuhi syarat. Masalah pencairan beasiswa dari Kesma Universitas sendiri belum bisa memberi kepastian. Diharapkan teman-teman Kesma BEM Fakultas atau HMJ aktif menanyakan ke Kemahasiswaan Fakultas, jangan pasif menunggu informasi datang sendiri. Ke depan, pencairan PPA/BBM akan dilakukan dalam jangka 6 (enam) bulan sekali.

Tanya: Apa yang menyebabkan pencairan Beasiswa Bidik Misi terlambat?

Respon: Ada beberapa hal yang menyebabkan pencairan beasiswa lama. Faktor utama adalah ribetnya alur birokasi, karena memang urusannya dengan uang dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Setiap pencairan beasiswa juga harus ada Surat Keputusan Rektor, yang dalam penerbitannya memakan waktu yang tidak singkat.

Informasi tambahan untuk penerima Beasiswa Bidik Misi angkatan 2012 berhubungan dengan pengalihan Rekening dari BTN ke Bank Mandiri, bahwa buku tabungan Bank MANDIRI sudah dapat diambil pada hari Senin dan Selasa 22-23 April 2013 di Ruang Sidang Kesma Rektorat. adapun jadwal pengambilannya:

SENIN:

09.00-10.30 FSM

10.30-11.30 FT

11.30-12.00 FH

12.30-13.00 FEB

13.00-13.30 FK

13.30-15.00 Bagi yang tidak bisa datang di jam fakultasnya

SELASA:

09.00-09.50 FISIP

09.50-11.20 FIB

11.20-12.00 FKM

12.30-13.10 FPIK

13.10-13.30 FPsi

13.30-14.10 FPP

14.10-15.00 Bagi yang tidak bisa datang di jam fakultasnya

Jangan lupa membawa Fotokopi KTP dan KTM, sertakan juga KTP dan KTM yang ASLI. Informasi ini harap diperhatikan demi segera cairnya beasiswa Bidik Misi, karena apabila ada satu orang tidak mengambilnya, maka satu angkatan tidak dapat dicairkan. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi 085728974267, sebutkan nama dan jurusan.

Tanya: Menyoal tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang akan diterapkan tahun akademik 2013/2014 dan bagaimana dampak UKT bagi mahasiswa kurang mampu?

Respon: BEM KM sudah berusaha mencari transparansi, sudah beberapa kali mengajukan audiensi ke Pembantu Rektor 2, namun tidak ada tanggapan. Langkah terbaik adalah, mari kita bersama-sama bergabung merapatkan barisan, dari Kesma HMJ, Kesma BEM Fakultas, Kesma BEM KM dan seluruh mahasiswa Undip untuk membangun gerakan, berjuang mencari transparansi UKT. Sebenarnya UKT untuk Undip sendiri belum diketuk palu oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Kemendikbud, namun sudah ada beberapa fakultas yang telah mengkaji dan menyusun range nominal UKT untuk setiap golongan, yang nilainya bisa berubah sewaktu-waktu. Dalam pelaksanaannya nanti, UKT akan dibagi ke dalam beberapa golongan. Dari golongan terendah yang nilainya Rp 0, sampai yang golongan tertinggi yang nilainya berbeda-beda setiap fakultas. Sekadar informasi, untuk semester pertama, mahasiswa akan membayar UKT pada golongan yang sama yang nilanya rata-rata antara 3  – 6 juta, kecuali fakultas Kedokteran yang nilainya mencapai 19 juta. Yang jelas, UKT masih dalam pengkajian pihak Rektorat, mulai dari nominalnya, penerapan penggolongan UKT yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mahasiswa, dan sistem verifikasinya. UKT sendiri adalah sistem pembayaran uang kuliah yang telah diintegrasikan dengan semua komponen biaya yang harus dibayarkan mahasiswa selama menempuh kuliah dari awal masuk sampai diwisuda nanti dibagi dengan 8 semester. Jadi mahasiswa tidak perlu membayar lagi komponen biaya seperti SPMP, PRKP, Praktikum dan lain sebagainya di semester 1. Mengenai dampak UKT bagi mahasiswa kurang mampu, sesuai apa yang dikatakan Pembantu Rektor 3, Mahasiswa tidak mampu dijamin akan tetap bisa kuliah di UNDIP dengan catatan mahasiswa tersebut berprestasi.

Tanya: Apa dampak dan pengaruh UKT terhadap lembaga mahasiswa di Undip?

Jawab: menurut kajian pihak rektorat, UKT dirasa lebih murah. UKT sendiri masih dalam pengkajian yang mendalam, tidak berdampak pada lembaga mahasiswa, yang terkena dampaknya adalah mahasiswa baru.

Tanya: Kapan beasiswa Yayasan Salim cair?

Respon: Ditunggu ya, yang sabar, kita juga sudah tanya ke Kesma Rektorat, namun mereka juga tidak bisa memberi kepastian.

Tanya: Ada mahasiswa yang menerima lebih dari satu beasiswa, itu bagaimana?

Respon: Jalin komunikasi dan kerja sama dengan Kemahasiswaan Fakultas untuk pengawasan Penerima Beasiswa. Karena yang lebih paham dan berwenang adalah Kemahasiswaan Fakultas.

Tanya: FEB akan memberlakukan peraturan yang melarang mahasiswa yang membawa mobil parkir di dalam fakultas terhitung sejak 22 April 2013, apa saran dari Kesma BEM KM?

Respon: Silakan segera dimusyawarahkan dengan BEM Fakultas dan Senat Fakultas, karena itu lebih kewenangan Fakultas.

2 comments

  1. tanya dong kk bem km,
    saya ano dari s1 teknik kimia,
    persyaratan untuk beasiswa djarum itu ada surat keterangan belum menerima beasiswa dari rektorat, nah kalo suratnya cuma dari dekanat boleh tidak?
    trims

    • perlu diketahui bahwa surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain dikeluarkan oleh dekan, ditandatangani oleh pembantu dekan 3 atas nama dekan, bukan dari rektor. so, boleh bgt, memang surat ket. tidak menerima beasiswa lain itu ya dari dekanat.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s