Kebijakan Pemerintah Uang Kuliah Tunggal Perguruan Tinggi Negeri

Uang kuliah tunggal merupakan penyatuan komponen biaya pendidikan mulai dari Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), praktikum, biaya masuk, atribut maupun sumbangan lainnya di jumlah dan diakumulasikan selama 8 semester (asumsi kisaran waktu untuk mencapai strata 1) dan dibagi rata selama 8 semester. Komponen biaya pendidikan menjadi satu kesatuan biaya yang dinamakan biaya pendidikan (Tuition fee). Tujuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) adalah agar setiap perguruan tinggi negeri di Indonesia tidak melakukan penerapan sumbangan macam-macam kepada mahasiswa, karena selama banyak perguruan tinggi yang menyatakan SPP nya murah tetapi sumbangannya bermacam-macam sehingga biaya yang dibayarkan tinggi. Pemberlakuan tarif tunggal oleh seluruh perguruan tinggi negeri tahun 2013, namun kemarin sempat beberapa perguruan tinggi mulai memberlakukan tarif tunggal tahun ini, salah satunya Universitas Diponegoro Semarang. UNDIP akan berlakukan tarif tunggal tahun 2012 ini, sebenarnya biaya kuliah tunggal sama saja dengan biaya semula, hanya karena diakumulasikan dan dibagi dalam 8 semester jadi terkesan mahal, saya berjanji akan menerapkan uang kuliah yang terjangkau dan 20% dari jumlah mahasiswa UNDIP yang tidak mampu saya berikan keringanan bahkan pembebasan biaya “ ujar rektor UNDIP-Prof.Soedarto, Ph.D”.

Isu percepatan Tarif Tunggal timbul, Sabtu (2/6/2012) diinformasikan diadakan rapat Rektor seluruh PTN bersama Kemendikbud RI bersama DPR RI untuk membahas dan mengesahkan bersama tarif tunggal di Bandung, sebenarnya penerapan tarif tunggal akan menimbulkan gejolak sektor keuangan PTN, karena tarif sebelumnya biaya masuk saja yang tinggi karena terdiri dari sumbangan dan lain-lain sehingga pemasukan PTN paling tinggi saat mahasiswa baru masuk dan per semester hanya membayar SPP dan praktikum saja. Namun karena tarif tunggal nantinya keuangan akan pulih di tahun ke empat (8 semester) seluruh biaya pendidikan per mahasiswa lunas ”ujar Pembantu Rektor II UNDIP-Dr. Chabachib, M.Si, Akt”, di UNDIP sendiri dari jalur masuk Program Seleksi Siswa Berpotensi Diploma-III (PSSB D3) sudah pengumuman biaya masuk dan per semester akan ada Surat Keputusan Rektor untuk merivisi tarif itu dan untuk SNMPTN UNDANGAN pengumuman biaya belum diumumkan menunggu tarif tunggal sehingga jadwal verifikasi pun ikut mundur menunggu keputusan tarif tungggal disahkan. Sebenarnya selama ini biaya mahasiswa itu di subsidi dari dana subsisi pemerintah dan hibah/penelitian selain daripada biaya yang dibayar sendiri sehingga biaya kuliah tinggi. Tidak masalah jika diberlakukan tarif tunggal asalkan memang janji pemerintah dipenuhi yakni pemberian subsidi dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) mampu mensubsidi 50-70% biaya yang harus dibayar per mahasiswa ditambah kuota beasiswa bidik misi ditambah serta dana beasiswa Corporate Social Responsibilty (CSR) dari Perusahaaan/swasta nominalnya juga ditambah, kalau tidak demikian mahasiswa kurang mampu tidak mampu kuliah. Kisaran hitungan Uang Kuliah Tunggal di UNDIP berkisar 3-20 juta an tergantung fakultas masing-masing, jika dihitung tarif paling murah jika menggunakan tarif lama masuk 5 juta dan per semester 1 juta sehingga 8 semester 12 juta sedangkan tarif tunggal 3 juta dikali 8 berarti 16 juta belum yang 20 juta an. Akan ada peningkatan biaya untuk jalur masuk SNMPTN dan Penurunan biaya masuk jalur Mandiri karena tarifnya harus sama, dan jika tidak lulus dalam 8 semester maka biaya subsidi untuk mahasiswa menjadi 100% di semester 9-10 dan 150% di semester 11-12 (hanya semseter 1-8 saja yang disubsidi pemerintah), UNDIP juga tidak akan menolak keputusan pemerintah karena berkaitan dengan gaji rektor dan jajarannya, beasiswa pemerintah, pengesahan keuangan, pengukuhan guru besar dan subsidi biaya pendidikan ‘’ujar Ahmad Maulin Naufa-Menkesma BEM KM UNDIP’.’

Rektor Unnes Sudijono Sastroatmodjo tidak keberatan dengan pemberlakuan tarif tunggal tersebut. “PTN milik negara. Jika sudah ditentukan seperti itu, kami akan terapkan. Pemerintah menjanjikan subsidi dengan besaran yang kami belum tahu. Subsidi diharapkan bisa menutupi segala kekurangan biaya yang memang dibutuhkan nantinya,” katanya.  Selama ini biaya kuliah umumnya membengkak saat awal perkuliahan karena banyak kebutuhan. Untuk seterusnya, biayanya cenderung stabil setiap semester. “Pada awal masuk kan ada kebutuhan jas almamater dan kebutuhan lainnya yang banyak. Selanjutnya, di Unnes karena tiap semester kebutuhannya sama, mahasiswa hanya membayar Rp1,5 juta per semesternya,” katanya.

Akhirnya keputusan kuliah tunggal tahun ini tidak jadi diterapkan dengan pertimbangan banyak perguruan tinggi belum siap menerapkan, selain itu sudah banyak yang sudah terlanjur mengumumkan biaya pendidikan jalur masuk perguruan tinggi menggunakan tarif lama serta ada yang keberatan jika diberlakukan. Tahun ini dianggap masa transisi untuk persiapan tarif tunggal yang akan diberlakukan tahun depan.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s