Tarif Tunggal

Tarif tunggal. Apa yang kita pikirkan ketika mendengar dua kata tersebut? Ya, benar! Berbagai tariff atau harga yang mulanya beragam jenis dan besarnya, kemudian dijadikan satu dalam satu tariff tunggal. Pertanyaannya bagus atau tidak adanya tariff tunggal itu? Relatif jawabannya. Tergantung dari point of view mana kita memandang dan dalam konteks apa ia adanya. Bahkan kita menganggap sangat baik ketika tunggalnya tariff tersebut akan tidak memungkinkan terjadinya pungutan-pungutan liar. Dan permasalahan yang muncul adalah bagaimana ketika tariff tunggal tersebut dihadapkan pada perbedaan klaster dan kondisi?

Langsung saja kita kerucutkan permasalahannya. Satu paragraph di atas cukup untuk menjadi preface. Beberapa waktu yang lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menggagas untuk diberlakukannya tariff tunggal di perguruan-perguruan tinggi negeri di Indonesia. Artinya biaya perkuliahan akan dijadikan satu paket. Jika yang selama ini ada yang namanya biaya SPP, praktikum, SPMP, maka dengan adanya tariff tunggal ini akan dijadikan satu pembayaran saja tiap semesternya. Seperti yang dilansir Kompas.com, rector kita, Prof. Sudharto P. Hadi,  “Jadi dengan sistem tarif tunggal ini mahasiswa hanya membayar satu kali saja, tidak ada lagi pembayaran lain-lain. Sistem inilah yang sedang kita bahas,”

Setiap mahasiswa nantinya akan dibebankan dengan satu tariff tunggal yang sama per semester hingga kelulusannya. Tentunya antar program studi bisa jadi ada perbedaan biaya, tergantung kebutuhan masing-masing. Saat ini Undip sedang mengkalkulasi tariff tunggal yang akan dibebankan.

Perlu kita ketahui, di antara perguruan tinggi se-Indonesia, baru Undip dan Unnes yang memberikan tanggapan positif—bisa dicek di Google. Hal ini menunjukan bahwa Undip sepakat dengan akan diberlakukannya tariff tunggal tersebut dan terkesan sangat sigap. Bagus, artinya responsive.

Sebagaimana di atas salah satu keuntungannya adalah sangat kecil kemungkinan terjadinya pungutan liar. Mungkin kita sering mengeluh dengan banyaknya hal-hal yang harus dibayar.

Permasalahan

Nah yuk kita coba berpikir. Sebagaimana yang saya sebut di atas, akan timbul permasalahan ketika dihadapkan pada beragamnya mahasiswa, pada beragamnya prodi(mungkin prodi tak masalah), pada beragamnya jalur masuk(jalur masuk juga membuat perbedaan biaya), pada beragamnya keadaan ekonomi dan kehidupan mahasiswa. Sehingga akan sangat sulit mengkalkulasi tariff tunggal per kepala.

Selanjutnya, bagaimana kalau satu prodi disamakan? Artinya PSSB, SNMPTN, UM, hanya sebagai jalur masuk saja, dan tak ada perbedaan besaran biaya. Subsidi silang yang semula untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu bagaimana fungsinya?

Sumber pembiayaan universitas di antaranya adalah APBN, sumbangan mahasiswa, dan hibah. Bagaimana jika APBN dikurangi atau bahkan dicabut? Bagaimana jika hibah dihilangkan sebagai sumber pembiayaan universitas sehingga dalam penetapan tariff tunggal hanya mempertimbangkan APBN dan sumbangan mahasiswa?

Terakhir, dalam penyusunan anggaran kita yang muda terbiasa melakukan mark-up anggaran. Iya gak? Bagaimana jika dalam penyusunan tariff tunggal terjadi mark-up?

Satu yang kita takutkan adalah biaya yang dibebankan kepada mahasiswa akan semakin besar. Mungkin tidak masalah bagi yang berkecukupan. Namun bagi saudara kita yang hari ini saja kesusahan membayar SPP bagaimana? Nah hal ini butuh pertisipasi semua mahasiswa untuk mengawalnya, minimal terlibat aktif dalam mengawasi dan diskusi. Yuuk kita budayakan untuk peduli dan terlibat aktif untuk kepentingan bersama. Undip rumah kita. Tulisan ini hanyalah tulisan tanggapan reflex.

Taufik Aulia Rahmat – Kadep KP BEM FT 2012

3 comments

  1. ga bisa di bayangin nnti, klo biaya per semesternya 4jt….
    gaji orang tua saja seperempat kalinya dari uang persemster itu…..
    bisa kuliah apa ndak aku??

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s